Rabu, 28 Maret 2012

Tugas perekonomian Indonesia



Tugas softskill Perekonomian Indonesia
Nama          : Mekka Gifari
NPM          : 24211404

1. Sistem perekonomian Indonesia sebelum orde baru

Sudah hampir 66 tahun Indonesia merdeka. Akan tetapi kondisi perekonomian Indonesia tidak juga membaik. Masih terdapat ketimpangan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran masih tinggi, serta pendapatan per kapita yang masih rendah. Ini semua berhubungan dengan sejarah dari sitem perekonomian di Indonesia. Sistem perekonomian Indonesia dibagi menjadi 3, yaitu Pemerintahan pada masa orde lama, orde baru, dan reformasi. Tapi di sini saya akan membahas membahas sistem ekonomi pada masa orde lama.
Sejak berdirinya negara RI, sudah banyak tokoh-tokoh negara pada saat itu yang telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secara individu maupun diskusi kelompok. Seperti Bung Hatta sendiri, semasa hidupnya mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai cita-cita tolong menolong adalah koperasi namun bukan berarti semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi, pemaksaan terhadap bentuk ini justru telah melanggar dasar ekonomi koperasi.
Demikian juga dengan tokoh ekonomi Indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran. Menurut UUD 1945, sistem perekonomian Indonesia tercantum dalam pasal-pasal 23, 27, 33 & 34. Demokrasi Ekonomi dipilih karena memiliki ciri-ciri positif yang di antaranya adalah (Suroso, 1993)  Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak yang di kuasai oleh negara. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Pengawasan terhadap kebijaksanaannya serta sumber-sumber kekuatan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta  mempunyai hak akan pekerjaan dan kehidupan yang layak. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

 Dalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :

  1. Free fight liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali

  1. Etatisme, yaitu keikutsetaan pemerintah yang terlalu dominan

  1. Monopoli,suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu,

Meskipun pada awal perkembangannya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila, Demokrasi Ekonomi dan “mungkin campuran”, namun bukan berarti sistem perekonomian liberalis dan etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia. Awal tahun 1950an- 1957an merupakan bukti sejarah  adanya corak liberalis dalam perekonomian Indonesia. Demikian juga dengan sistem etatisme, yang mewarnai sistem perekonomian Indonesia pada tahun 1960an sampai dengan masa orde baru. Walaupun demikian, semua program dan rencana tersebut tidak memberikan hasil yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan adalah:

    1. Program-program tersebut disusun oleh tokoh-tokoh yang relatif bukan di bidangnya, namun oleh tokoh politik, dengan demikian keputusan-keputusan yang dibuat cenderung mentitikberatkan pada masalah politik, bukan masalah ekonomi.

    1. Kelanjutan dari akibat di atas, dana negara yang seharusnya di alokasikan untuk kepentingan kegiatan ekonomi, justru di alokasikan untuk kegiatan politik & perang

    1. Faktor berikutnya adalah terlalu pendeknya masa kerja setiap kabinet yang dibentuk (setiap parlementer saat itu). Tercatat tidak kurang dari 13x kabinet yang berganti pada saat itu. Akibatnya program-program dan rencana ekonomi yang telah disusun masing-masing kabinet tidak dapat dijalankan dengan tuntas.

    1. program dan rencana yang disusun kurang memperhatikan potensi dan aspirasi dariberbagai pihak. Selain itu, putusan individu dan partai lebih di dominankan daripada kepentingan pemerintah dan negara.

    1. Cenderung terpengaruh untuk menggunakan sistem perekonomian yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia (liberalis, 1950- 1957) dan etatisme (1958- 1965



Pemerintahan pada masa orde lama dibagi menjadi tiga yaitu:

A. Masa pasca Kemerdekaan (1945-1950)

Pada masa awal kemerdekaan, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk, yang antara lain disebabkan oleh :

  1. Inflasi yang sangat tinggi, hal ini disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javashe Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.

  1. Adanya blockade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.

  1. Kas Negara kosong

  1. Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan


Karna masalah tersebut, pemerintah melakukan berbagai usaha untuk mengatasi kesulitan ekonomi, usaha tersebut antara lain :

  1. Program Pinjaman Nasional, Mentri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP melakukan pinjaman ke negara lain pada bulan Juli 1946

  1. Upaya menembus blockade dengan diplomasi beras ke India (India merupakan Negara yang mengalami nasib yang sama dengan Indonesia yaitu sama-sama pernah dijajah, Indonesia menawarkan bantuan berupa padi sebanyak 500.000 ton dan India menyerahkan sejumlah obat-obatan kepada Indonesia),

  1. mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blockade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.

  1. Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.

  1. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947.

  1. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.

  1. Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (mengikuti Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).


  b. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)

Pada masa ini indonesia juga melakukan berbagai upaya dalam usaha memperbaiki perekonomian Indonesia, usaha tersebut antara lain :

  1. sistem politik dan sistem ekonomi Indonesia menggunakan prinsip – prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar, padahal pada kenyataannya pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.

  1. Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai mata uang (sanering) untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.

  1. Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menumbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.

  1. Pada kabinet Natsir ini untuk pertama kalinya terumuskan suatu perencanaan pembangunan yang disebut Rencana Urgensi Perekonomian (RUP)

  1. Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi. (Kabinet Sukiman)

  1. Sistem ekonomi Ali (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah. (Kabinet ini sangat melindungi importer pribumi, sangat berkeinginan mengubah perekonomian dari struktur colonial menjadi nasional)

  1. Pembatalan sepihak atas hasil-hasil Konferensi Meja Bundar, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda. Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut. (Kabinet Burnahudin)


 c. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)

Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi. Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, kebijakan tersebut antara lain antara lain :

  1. Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut: Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.

  1. Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.

  1. Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi


Sumber :


2.1.Sistem ekonomi liberal

Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu ekonomi klasik seperti Adam smith atau French physiocrats. Sistem ekonomi klasik tersebut mempunyai kaitan dengan kebebasan (proses) alami yang dipahami oleh semua tokoh-tokoh ekonomi sebagai ekonomi liberal klasik. Meskipun demikian, Smith tidak pernah menggunakan penamaan paham tersebut sedangkan konsep kebijakan dari ekonomi liberal ialah sistem ekonomi bergerak kearah menuju pasar bebas dan sistem ekonomi berpaham perdagangan bebas dalam era globalisasi yang bertujuan menghilangkan kebijakan ekonomi proteksionisme.

Ciri-ciri dari pasar liberal tersebut adalah :
1.Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
2.Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
3.Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
4.Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber dayaproduksi dan masyarakat pekerja (buruh).
5.Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
6. Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
7. Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
8.Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

Ada lima institusi pokok yang membangun sitem ekonomi pasar (liberal), yakni :
a.       Hak kepemilikan.
Sebagian besar hak kepemilikan dalam sistem ekonomi liberal(pasar) adalah hak kepemilikan swasta/individu (private/individual property), sehingga individu dalam masyarakat liberal kapitalis lebih terpacu untuk produktif.
b.      Keuntungan.
Keuntungan (profit) selain memuaskan nafsu untuk menimbun kekayaan produktif, juga merupakan bagian dari ekspresi diri, karena itu keuntungan dipercaya dapat memotivasi manusia untuk bekerja keras dan produktif.
c.       Konsumerisme.
Konsumerisme sering diidentikkan dengan hedonisme yaitu falsafah hidup yang mengajarkan untuk mencapai kepuasan sebesar-besarnya selama hidup di dunia.  Tetapi dalam arti positif, konsumerisme adalah gaya hidup yang sangat menekankan pentingnya kualitas barang dan jasa yang digunakan. Sebab tujuan akhir dari penggunaan barang dan jasa adalah meningkatkan nilai kegunaan (utilitas) kehidupan. Sehingga masyarakat liberal kapitalis terkenal sebagai penghasil barang dan jasa yang berkualitas.
d.      Kompetisi.
Melalui kompetisi akan tersaring individu-individu atau perusahaan-perusahaan yang mampu bekerja efisien. Efisiensi ini akan menguntungkan produsen maupun konsumen, atau baik yang membutuhkan (demander) maupun yang menawarkan (supplier).
e.       Harga.
Harga merupakan indikator kelangkaan, jika barang dan jasa semakin mahal berarti barang dan jasa tersebut semakin langka. Bagi produsen, gejala naiknya harga merupakan sinyal untuk menambah produksi agar keuntungan meningkat.


Keuntungan dan kelemahan

Ada beberapa keuntungan dari suatu sistem ekonomi liberal, yaitu:
1.Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.
2.Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
3.Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.
4.Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingansemangat antar masyarakat.
5.Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.

Selain ada keuntungan, ada juga beberapa kelemahan daripada sistem ekonomi liberal, adalah:
1.Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.
2.Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.
3.Banyak terjadinya monopoli masyarakat.
4.Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumberdaya oleh individu.
5.Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.
Sumber :


2.2. Sistem ekonomi campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan system ekonomi terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah : 
  1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
  2. Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
  3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
  4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang
  5. Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia  dan Indonesia.

Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet,  dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.

Kelebihan dan kelemahan

Kebaikan sistem ekonomi campuran
  1. Kebebasan berusaha
  2. Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
  3. Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
  1. Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
  2. Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan

Sumber : Sumber

Selasa, 20 Maret 2012

Tugas dasar pemasaran

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang tekstil.sang pemilik adalah seorang bidan yang memiliki lisensi dan tempat praktek, namun karena dia memiliki waktu senggang dan modal,dan juga diiringi dengan hobi merancang pakayan, dia berinisiatif untuk membangun sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil.
Sang pemilik memilih tempat dekat dengan praktek bidannya agar dia bisa mengawasi para pekerja dan juga dapat dengan mudah mencari para pengrajin dari masyarakat sekitar yang mempunyai kemampuan dalam membuat dan merancang pakayan.unutk saat ini dia sudah memiliki 20 orang pengrajin yang diberi peralatan menjahit perorangan, 1 orang accounting, 5 orang distributor, dan 10 peralatan lainnya yang menunjang dalam pembuatan pakayan.
Dia menyewa sebuah tempat di kawasan pusat ibukota yang digunakan untuk memasarkan produknya. Selain itu dia memanfaatkan pasar kaget dan pasar malam untuk mempromosikan barang dagangannya. Target produknya adalah kaum pemuda yang ingin tampil kren.

Analisis SWOT

1.Strength/Kekuatan
a.       Lokasi pemasaran di berbagai tempat yang memungkinkan untuk memaksimalkan pemasaran produk
b.      Harga produk relativ murah
c.       Desain yang inovatif
d.      Modal yang dimiliki cukup besar
e.       Pengrajin memiliki kemampuan yang baik

2.Weaknes/kelemahan

a.       Keterbatasan jumlah karyawan
b.      Keterbatasan jumlah barang yang dapat di produksi

3.Oppurtunities/peluang

a.       Produk disukai oleh kaum remaja
b.      Memiliki wilayah pemasaran yang strategis
c.       Memiliki interior toko yang unik

4.threats/ancaman

a.       Banyaknya orang yang memplagiat desain produk
b.      Competitor yang memiliki barang yang lebih banyak
c.       Konsumen yang lebih memilih barang bermerek
d.      Sulitnya mendapat barang baku yang berkualitas

enviromental Scaning

1.lingkungan yang bisa kita kendalikan

1.Internal environment
a.       Jumlah gaji karyawan
b.      Perekrutan karyawan yang sudah memiliki skil
c.       Desain produk yang akan diluncurkan
d.      Interior toko

2.Task Environment
a.       Menarik konsumen dengan cara memasang spanduk dan brosur
b.      Memberikan gaji yang memuaskan agar dapat merekrut karyawan yang memiliki kemampuan

11.Lingkungan exsternal yang dapat mempengaruhi perusahaan

1.Task Environment
a.       Harga dipengaruhi oleh harga bahan baku dan pajak
b.      Keputusan akhir terjual atau tidaknya produk berada di tangan konsument
c.       Berkumpulnya para penjual yang menjual jenis produk yang sama di satu tempat mengakibatkan persaingan semakin ketat
d.      Perbedaan budaya yang tertanam di sekitar wilayah penjualan, yang dapat membuat sebagian produk tidak diminati.
e.       Memonopoli bahan baku berkualitas yang dilakukan oleh perusahaan besar sehingga perusahaan yang lain kesulitan mendapatkan bahan baku tersebut

2.societal environment

a.       Daya beli masyarakat yang tidak menentu
b.      Naiknya harga suatu barang karena ketetapan pemerintah yang memicu naiknya harga barang lain
c.       Tren yang dimiliki masyarakat
d.      mesin produksi yang berkembang sehingga dapat memaksimalkan produksi





Penyusun :
Hisyam ramadhan                    NPM : 23211397

Mekka Gifari                           NPM : 24211404

Ryan Syukra Purnama             NPM : 26211523

Rabu, 01 Februari 2012

tugas pengantar bisnis 4

TUGAS SOFTSKILL  4

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP(AMDAL)

A.PENGERTIAN AMDAL
            Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan.dampak yang timbul ada yang langsung memengaruhi pada saat kegiatan usaha/proyek dilakukan sekarang atau baru terlihat beberapa waktu kemudian dimasa yang akan datang.perubahan lingkungan ini jika tidak diantisipasi dari awal akan merusak tatanan yang sudah ada, baik terhadap fauna,flora,maupun manusia itu sendiri.
            Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup(AMDAL)menurut PP No.27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan.Arti lain analisis dampak lingkungan adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemarkan lingkungan atau tidak.

B.DAMPAK YANG DITIMBULKAN
            Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa AMDAL meruakan salah satu bagian dari aspek studi kelayakan bisnis.
            Adapun komponen lingkungan hidup yang harus di pertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya,antara lain:
1.Hutan lindung,hutan konservasi,dan cagar biosfer.
2.Sumber daya manusia.
3.Keanekaragaman hayati.
4.Kualitas udara.
5.Warisan alam dan warisan budaya.
6.Kenyamanan lngkungan hidup.
7.Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup.

            Kemudian,komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat di sekitar suatu rencana usaha dan/atau kegiatan,seperti antara lain:

1.Kepemilikan dan penguasaan lahan.
2.Kesempatan kerja dan usaha.
3.Taraf hidup masyarakat.
4.Kesehatan masyarakat.

            Berikut ini dampak negative yang mungkin akan timbul,jika tidak dilakukan AMDAL secara baik dan benar adalah sebagai berikut:
1.Terhadap tanah dan kehutanan
a.menjadi tidak subur,gersang atau tandus sehingga merugikan sector pertania.
            b.Terjadi erosi bahkan banjir apabila hutan ditebang secara tidak teratur.
2.Terhadap air
            a.mengubah warna dari yang semula bening dan jernih menjadi kuning dan hitam.
            b.berubah rasa.
            c.berbau busuk atau menyengat.
            d.mengering.
            e.matinya binatang air dan tanaman disekitar air.
3.Terhadap udara
            a.udara sekitar menjadi berdebu.
            b.dapat menimbulkan radiasi-radiasi.
            c.dapat menyebabkan suhu udara menjadi panas.

4.Terhadap manusia
            a.akan menimbulkan berbagai penyakit.
b.berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akbat berubahnya struktur penduduk.
Adapun alternative penyelesaiannya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1.Terhadap tanah
            a.melakukan rehabilitasi terhadap lahan kritis melalui penghijauan(reboisasi).
            b.melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian.
2.Terhadap air
            a.memasang filter atau saringan air.
            b.membuang saluran pembuangan.
            c.memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar.
3.Terhadap udara
            a.memasang filter atau saringan udara.
            b.memasang alat kedap udara.
4.Terhadap karyawan
            a.mengunakan peralatan pengaman seperti masker dan alat pengaman lainnya.
            b.diberikan asuransi jiwa dan kesehatan.
5.Terhadap masyarakat sekitar
            a.menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
            b.memindahkan masyarakat ketempat yang lebih aman.




C.TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI AMDAL
            Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana dan/atau kegiatan.

D.RONA LINGKUNGAN HIDUP
            Sasaran utama dari AMDAL adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk,ukuran,tujuan,sasaran,dan sebagainya.rona lingkungan hidup juga berbeda menurut letak geografi,keanekaragaman factor lingkungan hidup dan pengaruh manusia.

E.PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING
            Dampak besar dan terpenting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan AMDAL hendaknya dimuat hal-hal sebagai berikut:
1.prakiraan secara dampak usaha dan kegiatan pada saat prakontruksi,kontruksi operasi,dan pasca operasi.
2.penentuan arti penting peruahan lingkungan hidup yang di prakirakan bagi masyarakat diwilayah studi rencana usaha dan kegiatan.
3.memperhatikan dampak yang langsung dan tidak langsung.
4.mengingat usaha dan/atau kegiatan masih berada pada tahap pemilihan alternative uasaha atau kegiatan.
5.dalam melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan metode-metode formal secara matematis.

F.EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING
            Hasil evaluasi mengenai hasil telahaan dampak besar dan penting dari rencana usaha dan/atau kegiatan ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang bertanggung jawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP No.27 tahun 1999.


G.RUANG LINGKUP STUDI DAN METODE ANALISIS DATA
            Rencana lingkup studi melputi damapak besar penting yang ditelaah,yakni:
1.rencana usaha dan/atau kegiatan penyebab dampak,terutama komponen langsung yang berkaitan dengan dampak yang ditimbulkannya.
2.kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan terutama komponen langsung yang terkena dampak yang ditimbulkannya.
3.jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar rencana lokasi beserta dampak-dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup.
4.mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen kerangka acuan untuk AMDAL.

H.SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL
            Analisis Dampak Lingkungan Hidup(AMDAL) perlu disusun secara sistematis,sehingga dapat:
1.langsung mengegemukakan masukan penting yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan,perencanaan,dan pengelolaan rencana usaha dan/atau kegiatan.
2.mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat,bila dipandang masyarakat,dan mudah disarikan isinya pemuatan dalam media yang selama menyusun AMDAL.

I.KEGUNAAN DAN KEPERLUAN RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
            Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha dan/atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari ssegi menunjang program pembangunan.

1.penentuan batas-batas langsung akan digunakan oleh rencana usaha dan/atau kegiatan harus dinyatakan dengan peta berskala memadai dan dapat memperlihatkan hubungan tata kaitan dan tata letak antra lokasi rancana usaha dan/atau kegiatan dengan usaha dan/atau kegiatan lainnya.
2.hubungan antara lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan jarak dan tersedianya sumber daya air dan energy,sumber daya alam hayati,dan sumber daya alam non hayati serta sumber daya manusia yang diperlakukan oleh rencana usaha dan/atau kegiatan setelah usaha dan/atau kegiatan ini beroperasi.
3.alternatif usaha dan/atau kegiatan berdasarkan hasil studi kelayakan.
4.tata letak usaha dan/atau kegiatan dilengkapi dengan peta,yang berskala memadai,yang memuat informasi tentang letak bangunan dan struktur lainnya yang akan dibangun dalam lokasi rencana usaha dengan bangunan yang sudah ada disekitar bangunan rencana usaha ada.
5.tahap pelaksanaan usaha dan/atau kegiatan tahap prakontruksi,kontruksi,jangka waktu masa operasi,hingga rencana waktu pasca operasi.







Tugas 2 : Tulisan bebas
Tema/judul : menjadi mahasiswa jurusan Akuntansi

Alasan memilih akuntansi
Akuntansi adalah jurusan yang berupa ilmu pencatatan keuangan. Sehingga dalam pembelajarannya tidak terlalu rumit dan mudah dimengaerti walaupun kita lemah dalam ilmu penunjang seperti matematika, ekonomi dan sebagainya. Didalam dunia modern sekarang akuntansi sangat dibutuhkan oleh semua jenis perusahaan sehingga akuntansi memiliki ruanga lingkup lapangan pekerjaan yang cukup luas bila dibandingkan dengan jurusan lain. Dalam prakteknya akuntansi juga termasuk dalam kategori tidak rumit bila dibandingkan dengan jurusan-jurusan dalam kategori IPA. Bila kita mampu belajar denga baik dalam akuntansi, kita tidak akan terlalu kerepotan dalam masalah pekerjaan. Itulah alas an mengapa saya memilih jurusan akuntansi
Aktivitas dikampus
Dimasa sekolah kita terbiasa bermain-main disaat aktivitas sekolah berlangsung maupun diluar aktivitas sekolah. Guru selalu repot-repot memikirkan hasil yang akan diperoleh oleh anak didiknya. Berbeda dengan kuliah, kita dihadapkan dengan yang namanya mandiri. Kita harus bisa membagi-bagi waktu. Kapan waktunya proses belajar mengajar, kapan waktunya bermain dengan teman, dan kapan waktunya mengikuti aktivitas kampus yang bukan proses belajar mengajar. Semua itu kita dituntut untuk bisa mandiri. Dalam proses belajar mengajar kita akan belajar sebagaimana biasanya bertatap muka dengan dosen. Ketika dalam aktivita ini kita tidak bisa hanya santai-santai saja. Walaupun akuntansi bukan pelajaran yang rumit, tapi kita dituntun untuk paham terhadap semua penjelasan yang diberikan dosen. Karena dalam dalam belajar akuntansi kita tidak dituntut untuk menghafal pelajaran tetapi memahami pelajaran. Selain aktivitas ini ada aktifitas yang bukan pelajaran pokok. Di kampus terdapat berbagai macam organisasi yang bisa kita ikuti untuk menambah wawasan dan pengalaman kita di lapangan. Selain itu di kampus juga diadakan berbagai acara. Contohnya seminar-seminar dalam berbagai bidang. Karna itu, sebagai mahasiswa kita dituntut untuk menjadi mandiri. Tidak lagi seperti SMA, kita harus mengikuti berbagai aktifitas dengan serius. Tetapi juga tidak lupa dengan peran kita sebagai makhluk sosial
Kesulitan yang dihadapi
Dalam melakukan suatu kegiatan kita tentu memiliki suata masalah yang dihadapi. Masalah itu sendiri sudah secara alamiah akan datang kepada kita. Masalah yang saya hadapi sebagai mahasiswa akuntansi sering kali datang dalam hal mengatur waktu. Kadang datang ketika dosen sudah memulai pelajaran. Sehingga untuk pembahasan yang telah dibahas kita menjadi tidak tahu dan yang sedang dibahas saya tidak mengerti. Sehinga hasil belajar waktu itu menjadi blank dan percuma. Karna dalam belajar akuntansi kita dituntut bukan hanya sekedar mengetahui pelajaran. Kita dituntut untuk mengerti pembahasan pelajaran yang diberikan dosen. Biasa nya masalah ini datang karna tidak bisa mengatur waktu tidur dan bermain sehingga hal ini juga berpengaruh terhadap aktivitas inti di kampus. Karna itu masalah yang paling mendasar yang saya hadapi adalah bagaiman membagi waktu.
Obsesi (setelah lulus)
Di masa sekarang ini kita dihadapi oleh masalah yang besar. Begitu banyak pengangguran di Negara kita ini. Hal ini disebabkan karna terbatasnya lapangan pekerjaan dan masalah kurangnya pendidikan. Setelah lulus saya berharap mendapatkan pekerjaan yang layak dengan pendapatan yang cukup yang berhubungan dengan kemampuan yang saya miliki. Tentu saja dalam hal ini saya tidak akan hanya diam saja, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya. Dimulai dari perjuangan saya dalam perkuliahan. Saya harus menentukan metode yang saya ambil untuk mencapai sukses dalam perkuliahan. Karna ini adalah dasar yang akan menentukan tercapainya obsesi saya tersebut.